Perjalanan ke Danau kelimutu (Akses, tarif, harga) - Barno Suud

Situs Pribadi Barno Suud. Berisi Ilmu Pengetahuan (Knowledge), Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota), Teknik Lingkungan, GIS (Geographic Information System), Agama Islam, Lagu Islam, Sharing Perjuangan, Romance, Bisnis, Traveling, Jasa Pembuatan Peta Digital, Serta artikel bermanfaat lainnya.


Breaking

Home Top Ad

Jangan biarkan Rezeki & Ilmumu hanya untuk dirimu Sendiri . . . !!!

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Wednesday, June 23, 2021

Perjalanan ke Danau kelimutu (Akses, tarif, harga)

Foto ketika ke danau kelimutu

Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman ketika ke danau Kelimutu yang diakses dari Kota Surabaya.  Meskipun kita bisa ke kelimutu dari mana saja.

Ke danau kelimutu saya awali dengan naik pesawat dengan menggunakan maskapai batik Air dari Bandara Juanda Surabaya. Lalu menuju ke labuhan bajo dalam rangka melakukan perjalanan dinas terkait pekerjaan yang diprakarsai oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Saya bersama teman melakukan survey menyusuri ruas jalan nasional di Pulau Flores dari labuhan bajo menuju ke ujung Timur Pulau Flores (Kota Larantuka). Dan kebetulan salah satu ujung ruas jalan yang kami survey berada tepat di depan parkiran pintu masuk danau kalimutu yang berada pada Taman Nasional Kalimutu.

Bagi wisatawan luar Nusa Tenggara Timur jika berwisata ke danau kelimutu harus melalui bandara El Tari Kupang (Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur). Karena bandara El Tary tersebut merupakan akses ke pulau-pulau lain yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sehingga dari manapun asalnya, dari daerah luar Nusa Tenggara Timur sebelum ke pulau-pulau harus singgah ke Kupang dahulu sesuai tiket yang dibeli.

Sebelum ke Kabupaten Ende, wisatawan dapat menggunakan pesawat dari Kota Kupang menuju Kabupaten Ende  dengan mendarat di Bandara H. Hasan Aroeboesman yang berada di Pulau Flores, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Wisatawan dapat menggunakan berbagai maskapai seperti Wings Air. Setiba di Ende, perjalanan  dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum berupa mini bus, menuju moni yang berada di kaki gunung yang berjarak sekitar 66 km dengan waktu tempuh 2.5-3 jam. Atau bisa menyewa mobil rental. 

Moni sendiri merupakan desa yang berada di kaki gunung dimana banyak penginapan berupa lodge atau hotel kelas melati (umumnya merupakan rumah warga yang dimodifikasi menjadi beberapa kamar untuk tempat menginap) dengan budget sekitar 200-300ribu/malam. Moni merupakan lokasi yang sangat pas bagi wisatawan untuk menginap bila ingin mengejar sunrise di Danau Kelimutu. Dari Moni, wisatawan dapat menuju Gerbang Wisata Danau Kelimutu hanya 30 menit.

Kisah perjalanan saya ke danau kelimutu kali ini untuk kedua kalinya. Yang sebelumnya pada 2019 bersama teman-teman diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di kawasan taman nasional kelimutu yang berada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ini.

Waktu itu ketika dini hari, saya bersama teman-teman berangkat dari hotel yang berada Kabupaten Ende. Melalui jalan yang berliku-liku dengan pemandangan sekitar berupa hutan, ladang/tegalan, dengan sedikit rumah warga. Waktu yang dibutuhkan menuju gerbang Area Wisata Danau Kelimutu sekitar 3 jam. Memasuki gerbang area wisata Danau Kelimutu setiap wisatawan lokal yang berkunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp5.000/orang dan tarif kendaraan sebesar Rp10.000/kendaraan. Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan tarif masuk sebesar Rp250.000/orang. 

Dari parkiran kita harus tracking selama sekitar 20 menit, dengan jarak sekitar 2 km menuju puncak gunung untuk melihat keindahan Danau Kelimutu. Di danau kelimutu dilengkapi fasilitas yang sudah memadai. Jalur tracking sudah tertata dengan handrail pengaman di sekitar danau, beberapa saung untuk istirahat, dan toilet yang tersedia. Terdapat rambu unik dilengkapi penjelasan mengenai Area Wisata Danau Kelimutu di sepanjang jalur tracking untuk memberikan informasi kepada wisatawan. Di sana wisatawan yang berkunjung dapat membeli selendang tenun khas flores dengan harga sekitar Rp50-100 ribu yang dijual oleh warga.

Untuk mengejar waktu sunrise di danau Kelimutu, kita perlu membawa senter untuk menerangi jalan karena selama tracking tidak ada penerangan. Dan bagi yang tidak terbiasa dengan suhu dingin jangan lupa membawa jaket tebal karena di kelimutu suhunya sangat dingin dikarenakan lokasi berada ribuan mdpl. 

Namun, hal ini berbeda ketika kita mengejar waktu sunset di danau kelimutu. Pemandangan di sekitar danau kelimutu ternyata kurang bagus ketika sore hari. Karena ketika sore hari di sana diselimuti kabut yang sangat tebel. Bahkan mengganggu pandangan. So, bagi saya tidaklah rekomended jika ingin mengejar waktu sunset di danau kelimutu seperti ketika pengalaman saya ke sana di sore hari setelah melakukan survey jalan Nasional yang salah satu ujung ruas tepat berada di area parkiran pintu masuk danau kelimutu.

Saya dibuatnya cemas-cemas dan putus asa ketika aura mistis nan horor menyambut. Kabut tebal menyelimuti danau kelimutu sehingga tak tampak warna-warni air pemandangan danau kelimutu yang indah. Namun berkat kesabaran menuggu lama momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Kabut tebal yang menyelimuti danau kelimutu sesaat bergeser dan pemandangan indah nampak. Segeralah kami mengabadikan momen tersebut dengan mengambil foto/vidio. Itupun hanya beberapa saat karena tertutup kabut lagi. Akhirnya kami kembali pulang meninggalkan danau yang unik tesebut dan suasana sudah mulai petang. 

ketika Kabut tebal menyelimuti Kelimutu

Keunikan Danau Kelimutu dibandingkan dengan danau/kawah di daerah lainnya adalah warna air yang selalu mengalami perubahan. Menurut para ahli, perubahan warna air danau kelimutu berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik. Perubahannya tidak mempunyai pola yang jelas tergantung kegiatan magmatik. kandungan kimia, berupa garam besi dan sulfat, mineral lainnya serta tekanan gas aktivitas vulkanik dan sinar matahari adalah faktor penyebab perubahan warna air.

Tercatat dari tahun 1915 hingga tahun 2011, perubahan warna air danau Tiwu Ata Polo mengalami 44 kali perubahan, Tiwu Nuwa Muri Koo Fai mengalami 25 kali perubahan dan Tiwu Ata Mbupu mengalami 16 kali perubahan.

Foto udara danau Kelimutu

Demikianlah pengalaman saya mengunjungi danau kelimutu yang merupakan salah satu wisata andalan negeri ini, yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semoga bermanfaat. 


No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here