BIOGRAFI BARNO SUUD - Barno Suud

Situs Pribadi Barno Suud. Berisi Ilmu Pengetahuan (Knowledge), Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota), Teknik Lingkungan, GIS (Geographic Information System), Agama Islam, Lagu Islam, Sharing Perjuangan, Romance, Bisnis, Traveling, Jasa Pembuatan Peta Digital, Serta artikel bermanfaat lainnya.


Breaking

Home Top Ad

Jangan biarkan Rezeki & Ilmumu hanya untuk dirimu Sendiri . . . !!!

Post Top Ad

Responsive Ads Here

BIOGRAFI BARNO SUUD




Pada sesi ini saya tidak bermaksud untuk membesar-besarkan diri, menonjol-nonjolkan diri. Tidak bermaksud untuk membangga-banggakan diri karna saya bukanlah siapa-siapa. Saya bukanlah orang hebat. Karna di luar sana banyak orang yang jauh-jauh lebih hebat daripada saya. Ini murni hanya untuk menceritakan/sharing biografi saya untuk lebih memperkenalkan siapa pemilik situs pribadi/blog ini. Di sesi ini menceritakan sekilas kisah perjuangan hidup saya hanya sebagai motivasi khususnya bagi diri saya sendiri namun siapa tahu ada manfaat bagi pembaca atau dapat menginspirasi pembaca.  Untuk itu silahkan simak biografi saya ini siapa tahu bermanfaat. ๐Ÿ˜Š
Nama asli saya Barno Suud. Orang kadang memanggil “Suud”. Kadang juga memanggil “Barno”. Saya  dilahirkan di Tuban, Jawa timur. Saya anak ke-4 dari 5 bersaudara dari pasangan orang tua bernama Kusnan dan Warsini. Masa kecil saya habiskan di sebuah desa yang tidak begitu terkenal, desa Plumpang, Kecamatan plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Saya dari keluarga yang sangat miskin serba kekurangan. Bahkan kehidupan keluarga morat-marit saat masih kecil. Kedua orang tua berpisah saat masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 2. Ayah bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan ibu sebagai ibu rumah tangga.
Untuk membantu keluarga, saat masih kecil saya sering berjualan es lilin keliling desa. Selain itu juga berjualan mengikuti musim bermain. Pada saat musim kelereng, saya berjualan kelereng ke temen-temen. Pada saat musim bermain karet gelang, saya berjualan karet gelang, dan seterusnya.
Saya selama sekolah tidak pernah saku. Kecuali kalau diberi uang sama orang lain. Tak jarang ketika sekolah dikasih uang sama guru. Walaupun serba kekurangan, tapi Alhamdulillah atas izin ALLAH SWT saya akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan sampai ke jenjang tinggi dengan penuh perjuangan.
Banyak orang baik yang telah berjasa membantu dalam pendidikan saya. Diantaranya:
Ibu Maslichah S.Pd & Bapak Ir. Supeni Adi Wiyana, Bapak Givni & Ibu Dra. Hj. Diah Prabaningrum, Bapak Prof. Ir. Budi Santosa, M.Sc., Ph.D.
Saya bukanlah anak pintar. Kemampuan pas-pasan.
Setelah lulus dari SDN Plumpang 2 Tuban sebagai siswa lulusan terbaik, nilai NEM tertinggi, Saya dijadikan anak angkat oleh Ibunda Maslichah, S.Pd untuk disekolahkan di SMP Negeri 2 Plumpang-Tuban.
Selama 3 tahun  tinggal bersama Beliau di desa yang berbeda kelahiran, namun masih satu kecamatan. Tepatnya di dusun Sumurgung desa Sumur Jalak Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.
Ibunda Maslichah, S.Pd merupakan Istri dari Bapak Ir. Supeni Adi Wiyana, seorang guru SD yang dulu sering memberi uang.
Selama SMP, Alhamdulillah saya menjadi siswa yang selalu mendapatkan juara paralel pertama. 3 tahun berturut-turut saya mendapatkan predikat tersebut. Saya berhasil mencetak juara paralel yang nilainya terpaut jauh dengan juara paralel ke-dua. Selain bisa dibilang menonjol di akademis, saya juga aktif organisasi. Diantaranya  OSIS (Sebagai Wakil Bendahara) dan Dewan Penggalang. Saya juga selalu mendapatkan beasiswa prestasi.
Setelah lulus SMP sebagai siswa yang mendapatkan predikat lulusan terbaik, dengan NEM tertinggi. Saya menemukan orang tua angkat lagi, Ibunda Dra. Hj. Diah Prabaningrum. Beliau saat itu merupakan kepala sekolah baru SMP Negeri 2 Plumpang, tempat  Saya menuntut ilmu.
Saya menjadi anak angkat Ibunda Dra. Hj. Diah Prabaningrum berkat Ibu Dra. Praptiningsih yang menawarkan dan menceritakan ke Beliau bahwa ada anak yang menonjol yang kepengin sekolah tapi tak ada biaya.
Setelah lulus SMP, Alhamdulillah saya dapat anugrah ketrima di SMA Negeri 1 Tuban. SMA Favorit yang menjadi impian saya. Lebih-lebih saya masuk ke kelas unggulan setelah tes penempatan kelas.  Saya merupakan satu-satunya siswa yang pertama kali ketrima di SMA Favorit sejak SMP itu berdiri. Karna pada saat itu SMP saya merupakan sekolah yang relatif muda.
Selama SMA saya tidak tinggal bersama orang tua angkat sebagaimana waktu SMP. Ibunda Dra. Hj. Diah Prabaningrum menyarankan untuk tinggal bersama orang tua kandung saja, namun tidak memungkinkan karena kondisi di rumah tidak mendukung karna kehidupan di rumah morat-marit. Lagipula jarak sekolah juga relatif jauh.
Agar tidak menjadi beban yang terlalu lebih maka selama sekolah awalnya saya ditawari untuk ikut ke rumah temen sekelas. Aditya Mahardika. Disana selama 6 bulan (satu semester). Setelah itu saya diberi kesempatan tinggal di Sekolah. Di area sekolah ada sebuah rumah dinas kepala sekolah yang kosong. Saya tinggal di sana, serta mendapat amanah untuk bantu-bantu sebagai tukang sapu di Mushola Nurul Iman SMA Negeri 1 Tuban.
Saat itu banyak orang baik membantu perjuangan saya selama sekolah di Kota, diantaranya  Pak Andy Suhendra melalui beasiswa Iqro’ Club. Bapak Ir. H. Noor Nahar Husain, M.Si (Yang menjabat sebagai Wakil Bupati Tuban 2 periode) melalui Pak Bambang Puji P, S.Pd. (Guru Biologi) dan  putrinya Faiza Bestari Nooranda yang menjadi teman sekelas.
Selama di SMA Negeri 1 Tuban, Saya juga aktif organisasi. Diantaranya OSIS, Rohis (Kerohanian Islam), dan PMR.
Namun di sekolah itu saya tidak sampai tamat. karena kemudian saya pindah ke SMA Negeri 1 Widang. 
Perjuangan selama SMA begitu rumit. ketika SMA tidak menonjol. Tapi Alhamdulillah selalu mendapatkan beasiswa mengingat saya dari keluarga yang sangat miskin.
Ibu Dra. Hj. Diah Prabaningrum membiayai saya selama 3 tahun. Selebihnya kalau mau ke jenjang lebih tinggi harus berjuang lagi. Perjuangan hidup begitu sangat rumit pada saat itu. Saat kelas XII kondisi bener-bener terpuruk. Ditambah saya kena musibah yang sangat dahsyat. Seolah sudah tak ada masa depan lagi yang bisa diharapkan. Sehingga saya menjalani sisa-sisa masa penghujung SMA dengan ketidakberdayaan yang seolah kehilangan arah hidup. Namun disisi lain masih punya mimpi setinggi langit. 
Setelah tamat SMA, karena keinginan kuat untuk terus belajar, saya nekat-nekatan datang ke Surabaya untuk mengundi nasib. Tanpa modal beasiswa saya berniat ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri. Saya mencoba mengikuti test masuk jalur Nasional. Uang transport ke Surabaya pun saya dapat dari hutang tetangga. Saya mengikuti tes bersama teman-teman, ketika tes nebeng kosan.
Alhasil, saya ketrima di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), tepatnya di Jurusan Perencanaan Wilayah dan kota. Kampus impian, salah satu Perguruan Tinggi Terbaik/ternama di Negeri ini.
Setelah pengumuman ketrima, sekeluarga bingung karena memikirkan uang sebesar itu darimana. Saya tidak berangkat dari anak yang dapat beasiswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi seperti teman lain anaknya orang tak mampu. Keluarga bingung memikirkan uang untuk daftar ulang.  Antara gembira, sedih dan haru. Akhirnya nekat-nekatan tetap datang ke Surabaya dengan minta doa Ibu.
Saya datang ke Surabaya numpang di kosan teman dulu untuk mengurus daftar ulang. Waktu daftar ulang mengalami proses yang sangat rumit. Dengan modal enol rupiah karena tak punya uang. Karna keinginan yang sangat kuat untuk bisa kuliah, saya berniat menghadap/meloby ke Pejabat ITS yang berwewenang. Saya berinisiatif masuk ke gedung Rektorat. Namun berkali-kali gagal ditolak oleh Petugas. Saya tetap menunggu. Sampai berhari-hari. Datang ke rektorat berkali-kali. Sambil berjuang, ngemis-ngemis ke ITS menyerahkan nasib kepada ALLAH di Masjid Manarul Ilmi ITS sambil meneteskan air mata.
Saat sudah putus asa, Saya datang ke Rektorat lagi. Lagi-lagi saya lagi. Sampai petugasnya hafal. Mungkin saking pusingnya, akhirnya saya disuruh duduk di kursi depan ruang tunggu. Setelah menunggu lama, dilalah kersaning ALLAH, ada anak BEM ITS bernama Mas Ony sedang bertugas mengadvokasi Mahasiswa di Gedung Rektorat, para mahasiswa yang bermasalah secara akademis.
Tanpa sungkan saya menyapa Mas Ony, berkenalan. Mas Ony pun tanya balik. Dan dengan tanpa sungkan saya menceritakan semua kesusahan yang saya alami. Ternyata Mas Ony bersedia membantu memperjuangkan supaya saya bisa tetep kuliah. Mas Ony mendampingi menghadap ke Pejabat ITS, Melalui proses yang sangat rumit sampai berhari-hari pada akhirnya Alhamdulillah saya bisa tertolong untuk tetap bisa kuliah di ITS.
Namun itu pun tidak berhenti sampai disitu, banyak hal yang harus dihadapi misalnya biaya hidup. Kehidupan selanjutnya darimana.
Mas Ony dengan ikhlas membantu mencarikan orang yang bisa menolong saya selama menuntut ilmu di Kampus ITS. Setelah berhari-hari akhirnya bertemu Bapak Prof. Ir. Budi Santosa, M.Sc. Ph.D. Yang saat itu menjadi Pembantu Dekan IV FTI (Fakultas Teknologi Industri).
Selama kuliah di ITS saya ditolong oleh Bapak Prof. Ir. Budi Santosa, M.Sc. Ph.D. Saya disumbang biaya hidup, selebihnya SPP dan lainnya berjuang sendiri. Sehingga banyak perjuangan lain yang dilakukan selama kuliah, 3 tahun lebih saya tinggal di Masjid Kampus ITS (Masjid Manarul Ilmi ITS).
Tempat tinggal berpindah-pindah, dan paling lama tinggal di Masjid Kampus ITS (Masjid Manarul Ilmi ITS). Di masjid itu saya dapat amanah untuk membantu sebagai tukang sapu dan membantu mengelola lembaga Zakat Infaq Shadaqah (LMZIS Masjid Manarul Ilmi ITS). Selain itu juga mencari penghasilan lain, seperti ngajar les, ikut proyek dosen. Dan pernah disuruh bantu-bantu di Laboratorium milik Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ITS. Dan pernah bantu-bantu di BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Tuban bidang Fisik dan Prasarana sebagai tenaga Pemetaan berbasis GIS. Semua itu dilakukan untuk menyambung kerasnya hidup di Surabaya.
Selain itu selama kuliah saya juga aktif di beberapa organisasi, diantaranya BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) ITS sebagai Staf Departemen Kesejahteraan Mahasiswa, JMMI (Jamaah Masjid Manarul Ilmi) ITS sebagai Staf Puskom, HMPL (himpunan Mahasiswa Planologi) ITS sebagai Staf Departemen Kesejahteraan Mahasiswa), dan Assaabiquun Planologi ITS sebagai Kepala Departemen Syi'ar.
Selama kuliah tidak berjalan lancar. Pada saat itu hampir terancam DO (Drop Out) kuliah saya tempuh hampir 7 tahun. Padahal menurut peraturan kebijakan kuliah maksimal 7 tahun pada saat itu.
Nilai saya pas-pasan. Di akhir kuliah pun terbelit dengan TA (Tugas Akhir)/Skripsi yang tak kunjung selesai. 3 kali ambil mata kuliah seminar dan 5 kali ambil mata kuliah TA (Tugas Akhir)/Skripsi. Namun pada akhirnya Alhamdulillah di tahun 2015 lulus dengan nilai pas dengan perjuangan luar biasa hampir kena DO (Drop Out). :D
Dan Alhamdulillah sebelum lulus sudah ketrima kerja di salah satu Instansi yang terletak di Jawa Timur, yang sering bekerja sama dengan instansi-instansi lain dalam mengerjakan proyek-proyek pembangunan dari Sabang sampai Merauke. Instansi itu diantaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas-Dinas, dan Instansi Swasta, maupun Industri-industri, dan lain sebagainya.
Saya sebagai supporting Tenaga Ahli Lingkungan. Dan dengan tenaga ekspert dalam bidang Pemetaan berbasis GIS (Geographic Information System).
Selain bekerja di Instansi tersebut saya juga belajar usaha lain kecil-kecilan. 

Tentang Perjuangan hidup saya yang lebih lengkap akan saya tulis di situs/blog pribadi ini pada menu “Perjuangan”. Monggo/mari simak terus ya. Pelan-pelan akan saya tulis dikemudian hari. Siapa tahu bisa memberi manfaat buat pembaca, siapa tahu bisa menginspirasi. ๐Ÿ˜Š
Marilah kita berteman juga di medsos. Add saya ya di FB : Barno Suud, IG : Barno Suud, Twitter : Barno Suud , YouTube: Barno Suud
Apabila  butuh komunikasi dengan saya bisa lihat di menu "contact". 

Mohon doanya, Semoga sukses selalu...
Amiin3x Ya Robbal’alamiin

1 comment:

  1. No matter what your degree of play, ๋ฐ”์นด๋ผ์‚ฌ์ดํŠธ you’ll find something that’s right for you. And all of our slot machines incorporate state-of-the-art technology to keep you repeatedly entertained. One of the most important perks of contemporary online slot gambling is the addition ofcasino bonuses. There are a wide range|a variety} of different bonuses which players can benefit of|benefit from|reap the advantages of} when enjoying in} slots online. If you’re hoping to walk away with a very big win,progressive jackpotslots are finest option|the finest choice|your solely option}. Every so often, a number of} fortunate players walk away with life-changing sums of cash, with many jackpots reaching the hundreds of thousands.

    ReplyDelete

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here